Cara Budidaya Kedelai Yang Benar Supaya Hasilnya Melimpah

cara budidaya kedelai yang benarCara Budidaya Kedelai Yang Benar Supaya Hasilnya Melimpah, Budidaya kedelai banyak dilakukan diberbagai daerah di Indonesia dengan berbagai varietas yang beragam. Saat ini budidaya kedelai lokal sedang di gembleng agar mencapai produksi yang diinginkan. Oleh karenanya saat ini banyak di kembangkan berbagai kedelai dengan varietas unggul untuk meningkatkan produksi kedelai nasional.

Kedelai baik dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Selain itu kedelai memiliki beberapa syarat tumbuh yang harus diperhatikan antara lain:
  1. Tanaman kedelai dapat tumbuh baik pada iklim tropis dan subtropics.
  2. Kedelai dapat tumbuh subur pada ketinggian 0-600 mdpl
  3. Suhu ideal untuk budidaya kedelai berkisar antara 23-329 derajat celcius
  4. Curah hujan 100-400mm/tahun
  5. Kelembaban udara ideal sekitar 65-70%
  6. pH tanah ideal untuk pertumbuhan kedelai adalah 5,5-7

Teknik Budidaya Kedelai

  • Persiapan Lahan
Persiapan lahan kedelai diawali dengan cara membajak lahan dengan cara mencangkulnya. Bersihkan gulma yang ada dilahan hingga benar-benar bersih. Selanjutnya semprot herbisida pada lahan agar benih-benih gulma dapat mati secara menyeluruh. Langkah berikutnya buatlah sistem parit drainase agar ketika hujan air tidak menggenangi lahan. Kedelai termasuk tanaman yang tidak bisa mendapat pasokan air yang berlebih. Apabila kedelai kelebihan air maka tanaman akan busuk dan mati.
  • Persiapan benih
Pilihlah benih kedelai yang memiliki sertifikat tahan terhadap hama dan penyakit serta memiliki produktifitas yang tinggi. Benih berkualitas saat ini banyak sekali dijual belikan di berbagai toko-toko pertanian. Setelah benih didapat, rendam benih dengan campuran fungisida dan air untuk memastikan bahwa benih sehat dan tidak memiliki bibit jamur. Benih yang mengapung menandakan bahwa benih tersebut tidak berkualitas. Apabila ketika direndam ditemukan benih yang mengapung maka segera singkirkan benih tersebut.
  • Penanaman
Penanaman kedelai dilakukan secara tugal. Pertama-tama buatlah lubang tanam dengan jarak 20×30 cm antar tanaman. Setelah lubang tanam dibuat masukan bibit kedalam lubang tanam. Satu lubang tanam diisi 3 benih kedelai. Selanjutnya buat kembali lubang didekat lubang tanam untuk memasukkan pupuk kandang. Lalu tutup kembali dengan tanah tipis. Penanaman budidaya kedelai baik dilakukan pada akhir musim penghujan.

Perawatan Tanaman

  • Penyulaman
Penyulaman dilakukan ketika tanaman telah berumur 1 minggu. pada umur tersebut benih kedelai sudah mulai tumbuh. Benih yang tidak tumbuh segera diganti dengan benih yang baru.
  • Penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan ketika tanaman telah berumur 2 minggu. selanjutnya lakukan kembali penyiangan ketika tanaman telah berumur 1,5 bulan. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan.
  • Pemupukan
Pemupukan dilakukan pertama kali ketika tanaman berumur 2 minggu dengan menggunakan urea 50kg/ha, SP36 40 kg/ha, dan KCl 20 kg /ha. Selanjutnya untuk pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 6 minggu atau 1,5 bulan. pada pemupukan kedua aplikasikan urea 30 kg/ha, SP36 20kg/ha dan KCl 40 kg/ha.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Kedelai termasuk tanaman yang sangat rentan terserang hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit harus benar-benar diperhatikan untuk mengantisipasi serangan. Ada beberapa hama yang berpotensi menyerang tanaman kedelai antara lain:
  1. Kumbang daun, merupakan serangga bertubuh kecil dengan warna hitam dan bergaris kuning. Hama ini biasanya bertelur pada daun kedelai. Gejala yang ditimbulkan daun terlihat tidak sempurna bentuknya karena dimakan oleh hama ini. Cara pengendaliannya dengan mengaplikasikan insektisida.
  2. Ulat polong, salah satu hama yang menyerang kedelai. Hama ini menyerang bagian polong kedelai, polong yang terserang hama ini ketika muda akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan. Cara pengendaliannya dengan menanam tepat waktu.
  3. Kepik polong, serangan hama ini dapat menimbulkan bercak-bercak pada polong. Polong yang terserang hama ini akan menjadi kosong isinya.
  4. Ulat grayak, kerusakan yang ditimbulkan adalah pada daun, hama ini mampu memakan daun. Cara pengenldaliannya dengan cara sanitasi, disemprot dengan pestisida.
Sedangkan beberapa penyakit yang berpotensi untuk menyerang kedelai antara lain:
  1. Penyakit layu, penyakit ini disebabkan oleh jamur tanah. Penyakit ini biasanya menyerang tanaman pada minggu kedua setelah tanam dengan gejala daun layu dan menguning. Pengendaliannya dengan menggunakan fungisida.
  2. Busuk batang, serangan penyakit ini menyebabkan batang menguning dan basah hingga bisa membusuk apabila tidak segera mendapat perlakuan. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki drainase dan menyemprotkan cairan fungisida.

Pemanenan

Kedelai dapat dipanen ketika telah berumur 70 hari. Kedelai yang sudah siap dipanen akan berwarna kuning daunnya dan lama kelamaan rontok sedangkan polongnya berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan. Setelah kedelai dipanen lalu dijemur hingga kering selanjutnya setelah kering masukan kedelai kedalam karung dan kedelai siap untuk dijual..

One thought on “Cara Budidaya Kedelai Yang Benar Supaya Hasilnya Melimpah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *